TETAP BERSYUKUR


HIDUP SUDAH SUSAH JANGAN DIBUAT TAMBAH SUSAH,. TETAP LAH BERSYUKUR KAWAN..


Tuesday, July 22, 2014

Online Public Acess Catalog ( OPAC )



1.1         Latar Belakang
Pada masa sekarang ini kemajuan data sangatlah pesat, perkembangannya kian hari kian meningkat kemajuan data pastinya juga bersentuhan dengan komputer. Komputer merupakan  media yang sangat dibutuhkan bagi setiap manusia di muka bumi ini. Hal ini dikarenakan manfaat yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan dengan komponen atau alat lainnya. Komputer juga dapat memberikan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Komputer juga dapat mengurangi potensi terjadinya kesalahan pencarian data dibanding pencarian data secara manual, tapi tentunya semua ini tergantung dari kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikan komputer karena menggunakan aplikasi yang menghasilkan data yang akurat dan efisien.
Institut Teknologi Indonesia (ITI)  merupakan   Instansi pendidikan   yang
bertujuan menghasilkan lulusan yang berkompetensi. Citra dan pamor di mata masyarakat terutama dikalangan mahasiswa  cukuplah mengangkat nama Instansi pendidikan ini sebagai lembaga pendidikan yang berkompetensi. Namun di sisi lain, ditemukan masih kurangnya ilmu dan wawasan dari kalangan mahasiswa dikarenakan kesulitannya untuk mencari dan mendapat buku yang diperlukan dan memerlukan waktu yang lebih banyak jika mencari buku secara manual maka dibuatlah suatu aplikasi untuk membantu mahasiswa dalam mencari judul buku yaitu aplikasi Online Public Acess Catalog (OPAC).
Informasi yang didapat jika mencari buku secara manual lebih menyulitkan mahasiswa terutama jika buku tersebut dalam jumlah yang begitu banyak, waktu yang lama, Proses pencarian buku yang masih manual karena harus mencari buku satu persatu dari kumpulan buku hingga menemukan buku yang diinginkan dalam melakukan proses pencari informasi data buku maka, Informasi yang didapat oleh mahasiswa terbatas dan dianggap kurang efektif untuk membantu mahasiswa dalam mencari dan menemukan data dan informasi yang dibutuhkan. Aplikasi ini tidak menggunakan akses jaringan internet maupun intranet karena aplikasi ini adalah aplikasi desktop dan jika ingin membuat aplikasi ini jadi online maka digunakan jaringan nirkabel(LAN), dan di dalam aplikasi ini menggunakan Database yang diinput secara manual dalam pencarian sebuah data seperti buku dan referensi yang lainnya, maka dari itu aplikasi ini tidak update, tetapi jika ingin memperbarui isi database maka admin harus memasukkan data baru ke dalam aplikasi tersebut.
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan inilah penulis mencoba mengembangkan sistem pencarian data yang telah ada dan dari penelitian ini kami mengangkat judul Evaluasi Online Public Acess Catalog (OPAC) di ITI Berbasis Sistem Pencarian Data yang bertujuan apakah aplikasi OPAC telah sesuai dengan kebutuhan penggunanya dalam membantu mencari dan menemukan informasi dan dengan melakukan evaluasi aplikasi OPAC ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan kreaktifitas peneliti.
1.2     Rumusan  Permasalahan
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka rumusan permasalahan yang ditemukan adalah :
1.      Banyaknya waktu yang dibutuhkan dalam melakukan proses pencari informasi data buku.
2.      Proses pencarian buku yang masih harus mencari secara bertahap dari kumpulan buku hingga menemukan buku yang diinginkan.
3.      Informasi yang didapat oleh mahasiswa terbatas karena sulitnya mencari judul buku dan lokasi yang tepat.
1. 3     Tujuan dan manfaat
    1.3.1   Tujuan
                Tujuan dari laporan ini adalah untuk dapat mendiskripsikan aplikasi OPAC apakah telah sesuai dengan kebutuhan penggunanya dalam membantu mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan dan aplikasi tersebut karena aplikasi OPAC tersebut belu bisa diakses secara online dan database OPAC belum dapat diperbarui secara otomatis maka, peneliti melakukan evaluasi terhadap aplikasi OPAC.


1.3.2  Manfaat Penelitian
Dari penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti dan pembaca yaitu:
1.3.2.1Manfaat untuk peneliti
1.    Menambah wawasan ilmu pengetahuan karena dengan pemanfaatan OPAC pengguna dapat memperoleh informasi lebih lengkap dan lebih banyak sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan kreaktifitas.
2.    Membantu mempercepat proses pencarian, khususnya bagi pengguna OPAC sehingga dapat dengan mudahnya mencari informasi yang dibutuhkan.
1.3.2.2        Manfaat untuk aplikasi OPAC
1.      Karena aplikasi opac tidak dapat diakses secara online maka solusinya diaplikasi opac harus dihubungkan dengan kabel lan.
2.      Sistem aplikasi opac yang tidak update maka harus ditambahkan fung
1.4     Lokasi dan Waktu KKP
           Penelitian ini dilakukan pada saat kunjuangnan industri atau kuliah kerja                     praktek beberapa waktu yang lalu didaerah sepong,Tangerang. Tepatnya di Jl.Raya Puspitek di ITI. Waktu penelitian dimulai pada pukul 14.00  sampai dengan 15.30 tepatnya pada hari Senin tanggal 24 Febuari 2014.


1.5      Sistematika Penulisan Laporan
      Adapun sistematika yang digunakan dalam penulisan laporan penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB  I   PENDAHULUAN
            Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang masalah,rumusan masalah, tujuan penelitian,manfaat penelitian,tempat dan waktu penelitian, serta sistematika penulisan laporan KKP.
BAB  II    LANDASAN TEORI
           Bab ini berisi penjelasan dasar dari sistem pencarian data, penunjangnya, serta berisikan evaluasi dan pembahasan OPAC di ITI.
BAB III    TINJAUAN OBJEK
Pada bab ini berisi sejarah singkat , logo ITI, visi dan misi, struktur dan organisasi dan sekilas kondisi umum.
BAB IV    HASIL DAN PEMBAHASAN
          Pada bab ini berisi membahas hasil pengamatan dan evaluasi terhadap objek tertentu sesuai dengan topik atau judul yang dipilih.
BAB V      PENUTUP
          Bab ini berisi kesimpulan dari evaluasi yang dihasilkan dan pembahasan yang dilakukan.Serta juga ada saran-saran yang bisa digunakan oleh peneliti lain ataupun pihak-pihak yang berminat untuk mengembangkan penelitian ini ke tingkat   yang lebih lanjut.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1   Evaluasi Perangkat Lunak
    Dalam kamus besar ilmiah populer, disebutkan bahwa evaluasi memiliki arti; penaksiran, perkiraan keadaan atau penentuan nilai (Partanto dan Al Barry. 1994 : 163). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, Evaluasi Perangkat Lunak adalah kegiatan dengan sungguh-sungguh mengamati, mengoreksi, menimbang baik buruknya suatu masalah program  yang dilakukan secara formal dengan dasar-dasar tertentu kemudian memberi penghargaan sebeberapa besar bobotnya, kualiatas atau kemampuannya ( Salim 1991:411).
          Berdasarkan pada defenisi tersebut, maka dalam penelitian ini evaluasi dapat diperlauas maknanya menjadi kegiatan sungguh-sungguh mengamati, mengoreksi, mnimbang baik buruknya kualitas OPAC.
2.2   Tahapan Evaluasi
Evaluasi dilakukan melalui dua tahap:
1.      Tahap pertama evaluasi program yang dilakukan oleh peneliti sendiri.
2.      Tahap ke dua adalah pendalaman evaluasi yang dilakukan oleh orang-orang yang dipandang berkompeten dalam penggunaan OPAC. Orang-orang yang berkompeten tersebut dijadikan sebagai informan dalam peneliti ini. Evaluasi yang dilakukan oleh mereka yang berkompeten dalam menggunakan OPAC difungsikan sebagai usaha untuk semakin mempertajam proses evaluasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap ini.

2.3         Perangkat Lunak
  
    Perangkat lunak dapat dilihat dari definisi George M. Scott yang menyatakan perangkat lunak adalah sekumpulan perintah dalam komputer yang fungsinya mengarahkan kegiatan pemrosesan dari komputer, di mana dalam perangkat lunak berisi instruksi-instruksi atau pernyataan perangkat lunak (program statement) yang secara tepat dinyatakan dan diorganisasikan sesuai dengan syntax (perintah) dan konstruksi perangkat lunak. Sedangkan menurut Trevor J. Bentley perangkat lunak adalah konsep sederhana, yang berisi berbagai instruksi agar diterima komputer sebagai perintah yang harus dilaksanakan. Komputer bekerja berdasarkan instruksi yang dikirimkan perangkat lunak yang ada dalam komputer tersebut.Berbeda lagi dengan definisi yang dikemukan oleh Wahyudi Komorotomo dan Subandono Agus Margono, menurut mereka perangkat lunak adalah serangkaian instruksi yang dapat dipahami oleh perangkat keras pengolah data atau komputer sehingga perangkat keras itu dapat melaksanakan pemrosesan data sesuai dengan yang dikehendaki.
Dari ketiga definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa perangkat lunak adalah sekumpulan instruksi yang dibuat dari bahasa pemrograman yang diterima komputer sebagai suatu bentuk perintah yang harus dilaksanakan. Karena itulah komputer dapat bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan pengguna komputer.

2.4    Teori Kualitas Perangkat Lunak

Evaluasi sebuah perangkat lunak sangat perlu dilakukan untuk menilai kualitas sebuah perangkat lunak. Kualitas perangkat lunak adalah gabungan yang kompleks dari berbagai faktor yang akan bervariasi dan pelanggan yang berbeda kebutuhannya13. Gabungan antara kebutuhan pengguna perangkat lunak dan faktor-faktor lain akan menghasilkan kualitas sebuah perangkat lunak.
Menurut McCall dan kawan-kawan kualitas perangkat lunak diukur dari sebelas aspek. Sebelas aspek tersebut adalah gabungan antara kebutuhan pengguna dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi kualitas sebuah perangkat lunak. Aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kualitas sebuah perangkat lunak adalah:
1) Kebenaran yaitu kemampuan perangkat lunak mampu memenuhi spesifikasi dan misi kebutuhan pengguna
2) Reliabilitas yaitu kemampuan sebuah perangkat lunak dapat melaksanakan fungsinya dengan tingkat ketelitian yang diperlukan.
3) Efisiensi yaitu sumber daya komputasi yang dibutuhkan oleh perangkat lunak untuk melakukan fungsinya.
4) Integritas yaitu tingkat kemampuan kontrol akses ke perangkat lunak atau data oleh orang yang tidak berhak.
5) Usabilitas yaitu usaha yang dibutuhkan untuk mempelajari, mengoperasikan, menyiapkan input, dan menginterpretasikan output suatu perangkat lunak.
6) Maintanabilitas yaitu kemampuan perangkat lunak untuk mencari dan membetulkan kesalahan pada sebuah perangkat lunak.
7) Fleksibilitas yaitu kemampuan perangkat lunak untuk memodifikasi perangkat lunak operasional.
8) Testabilitas yaitu kemampuan yang diperlukan untuk menguji perangkat lunak dan untuk memastikan apakah perangkat lunak telah melakukan fungsi-fungsi yang dimaksudkan.
9) Portabilitas yaitu kemampuan yang dimiliki perangkat lunak untuk migrasi perangkat lunak dari suatu perangkat keras atau lingkungan sistem perangkat lunak ke perangkat keras atau lingkungan sistem perangkat lunak yang lain.
10) Reusabilitas yaitu kemampuan suatu perangkat lunak untuk dipergunakan ulang pada aplikasi lain.
            Interoperabilitas yaitu kemampuan perangkat lunak untuk dihubungkan dengan perangkat lunak lain. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan evaluasi. Pendekatan evaluasi digunakan karena satu fungsi dari penelitian kaulitatif adalah untuk melakukan kegiatan evaluasi.

2.5      OPAC
Katalog on-line atau OPAC merupakan sistem katalog perpustakaan yang menggunakan komputer.Pangkalandatanya biasanya dirancang dan dibuat sendiri oleh perpustakaan dengan menggunakan perangkatlunak komersial atau buatan sendiri. Katalog ini memberikan informasi bibliografis dan letak koleksinya.Katalog biasanya dirancang untuk mempermudah pengguna sehingga tidak perlu bertanya dalam menggunakannya (user friendly) (Saleh dan Mustafa 1992).Sebelum teknologi informasi masuk dalam dunia perpustakaan, katalog yang dikenal hanya dalam bentuk kartu atau lembaran kertas.Sekarang katalog tidak saja dibuat dalam bentuk kartu, tetapi juga dalam bentuk digital. Katalog dalam bentuk digital biasanya disimpan dalam hard disk komputer atau media
penyimpanan lainnya, seperti disket, CD ROM, dan DVD.
OPAC bekerja berdasarkan konsep jaringan, baik berupa LAN maupun WAN. LAN digunakan untuk keperluan hubungan kerja dalam satu ruangan atau bangunan, sedangkan WAN untuk keperluan kerja dalam lingkup yang lebih luas, yaitu antarwilayah misalnya dengan adanya OPAC yang terkomunikasi melalui internet, jangkauan pengguna perpustakaan menjadi lebih luas.
            Berdasarkan uraian dari pengertian OPAC di atas dapat diambil kesimpulan bahwa OPAC merupakan suatu sistem temu balik informasi berbasis komputer yang dapat digunakan oleh pengguna maupun petugas perpustakaan untuk menelusur koleksi bahan pustaka suatu perpustakaan atau unit informasi lainnya yang dapat diakses secara online.
2.5.1    Keunggulan menggunakan OPAC
OPAC memiliki keuntungan, yaitu penelusuran informasi koleksi dapat dilakukan secara cepat dan tepat, penelusuran dapat dilakukan dimana saja tidak harus datang ke perpustakaan dengan catatan sudah online ke internet.
Sehingga dengan menggunkan OPAC dapat menghemat waktu dan tenaga pengguna. Serta pengguna dapat mengetahui keberadaan koleksi dan status koleksi apakah sedang dipinjam atau tidak serta pengguna mendapatkan peluang lebih banyak dalam menelusuri bahan pustaka. Keberadaan OPAC saat ini telah menggeser penggunaan katalog manual diperpustakaan.
Menurut Fatahi dalam Hasugian (2004 : 9) menyatakan bahwa OPAC memiliki beberapa kelebihan dibanding menggunakan katalog kartu yaitu : Sisi penelusuran mencakup interaksi (interaction), OPAC menyediakan membantu pengguna (user assistance) dalam penelusuran koleksi, OPAC memberikan kepuasan pengguna (user satisfaction) karena dirasa penelusuran informasi koleksi menjadi lebih cepat dan mudah, Kemampuan penelusuran (searching capabilities) OPAC yang cepat. Informasi dari OPAC akurat, tampilan (out and display) OPAC menarik, ketersediaan (availabilitu) disetiap ruangan di Perpustakaan serta kemudahan mengakses (access) OPAC di luar Perpustakaan.
Menurut Arif (2003). Sistem OPAC yang dirancang dengan baik merupakan kunci keberhasilan penerapan automasi perpustakaan.

 2.5.2   Kekurangan OPAC
Di dalam bumi ini tidak ada satupun yang sempurna karena hanya Allah S.W.T yang paling sempurna, Begitupun juga dengan OPAC walaupun aplikasi ini sudah cukup baik tetapi masih terdapat beberapa kekurangan, ada beberapa kekurangan OPAC sebagai berikut:
  1. Belum semua bahan pustaka masuk ke data komputer sehingga pengguna mengalami kesulitan dalam melakukan penelusuran.
  2. Tergantung aliran listrik, bila listrik mati maka kegiaan penelusuran bahan pustaka akan terganggu.
  3. Kurangnya ketersediaan komputer terminal OPAC untuk menelusuri informasi yang dimiliki perpustakaan.
2.6 Koleksi Perpustakaan
2.6.1 Pengertian Koleksi Perpustakaan
Dalam perkembangan sekarang ini, koleksi atau bahan perpustakaan mempunyai arti yang sangat luas. Secara umum koleksi perpustakaan adalah sekumpulan rekaman informasi dalam berbagai bentuk baik tercetak maupun noncetak yang disimpan secara sistematis di perpustakaan.
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:580), koleksi adalah kumpulan yang berhubungan dengan studi penelitian. Sedangkan dalam Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman (2004:3) dinyatakan bahwa koleksi adalah sejumlah bahan pustaka tentang suatu perkara tertentu, atau jenis tertentu, yang dikumpulkan dan dikelola untuk dibaca, dipelajari dan dirujuki oleh seseorang atau suatu perpustakaan.
Koleksi merupakan salah satu bagian yang penting pada perpustakaan sekolah untuk melayani pengguna perpustakaan sekolah. Kata koleksi berasal dari bahasa inggris yaitu collection yang berarti kumpulan. Dalam Kamus Ilmiah Populer Kontemporer, kata koleksi berarti pengumpulan; kumpulan (Alex, 2005:321). Pengertian koleksi perpustakaan menurut Juliati (2000:4), “Koleksi perpustakaan adalah semua bahan perpustakaan yang dikumpulkan, dioleh dan disimpan untuk disajikan kepada masyarakat, guna memenuhi kebutuhan akan informasi”.



    2.6.2 Jenis-Jenis Koleksi Perpustakaan
Hal-hal pokok yang harus ditetapkan berkaitan dengan koleksi adalah:
1.      Menyusun rencana operasional pengadaan bahan pustaka yang meliputi :
a.     Perumusan kebijakan tentang koleksi, mencakup pedoman, peraturan,  penekanan, penyediaan anggaran.
b.    Mempelajari peta dan kondisi masyarakat pemakai.
c.     Presentasi bidang-bidang pengetahuan bahan pustaka yang akan diadakan.
d.    Seleksi, dengan berpedoman kepada atau bersumber pada katalog terbitan, brosur dan selebaran, daftar tambahan, permintaan pemakai, perkembangan penerbitan, perkembangan informasi, dan lain-lain.
2.      Menghimpun alat seleksi bahan pustaka.
3.      Survei minat pemaka koleksi.
4.      Survei bahan pustaka.
5.      Membuat dan menyusun.
Menurut Siregar, (1999:2) jenis-jenis bahan pustaka di perpustakaan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.      Karya Cetak
Karya cetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk cetak, seperti:
a.   Buku
Buku adalah bahan pustaka yang merupakan suatu kesatuan utuh dan yang paling utama terdapat dalam koleksi perpustakaan.
b. Buku Penunjang; buku pengayaan yang telah mendapat rekomendasi dari pemerintah untuk digunakan di sekolah-sekolah, dan buku penunjang untuk kalangan mahasiswa tentang bidang tertentu.
c. Buku fiksi serta buku bergambar yang dapat mempengaruhi rasa ingin tahu dan dapat mengembangkan imajinasi anak didik.
d. Buku popular (umum), merupakan buku yang berisi ilmu pengetahuan secara umum dan popular.
e. Buku rujukan (referensi) merupakan buku yang menggambarkan isi yang tidak mendalam dan kadang-kadang hanya memuat informasi tertentu saja seperti arti kata. Dari pendapat diatas, bahwa koleksi adalah kumpulan informasi baiktercetak maupun tidak dicetak yang disimpan secara sistematis di perpustakaan sehingga dapat digunakan oleh pengguna perpustakaan.
2.7              Sistem
            Sistem  adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
          Menurut Sutabri (2005 : 2), Sistem  adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.           Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Sistem adalah suatu kumpulan atau  himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, dan saling berinteraksi.
2.8     Data
Menurut Febrian (2007 : 129), Data merupakan fakta, atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, kata-kata, angka-angka, huruf-huruf, atau atau simbol-simbol yang menunjukkan suatu ide, objek, kondisi, atau situasi dan lain-lain.
           Menurut Sutabri (2005 : 24), Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian serta merupakan suatu kesatuan yang nyata dan merupakan suatu bentuk yang masih mentah yang belum dapat becerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut melalui suatu model untuk menghasilkan informasi

2.9   Informasi
            Menurut (Davis dan Mc Leod. 1995), Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang, data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti (Al-Fatta. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. 2005:9).
OPAC

No comments:

Post a Comment