1.1
Latar Belakang
Pada masa sekarang ini kemajuan data sangatlah pesat, perkembangannya kian hari kian meningkat kemajuan data pastinya juga bersentuhan dengan
komputer. Komputer merupakan media yang sangat dibutuhkan bagi
setiap manusia di muka bumi ini. Hal
ini dikarenakan manfaat yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan dengan
komponen atau alat lainnya. Komputer juga dapat memberikan informasi yang
cepat, tepat dan akurat. Komputer juga dapat mengurangi potensi terjadinya
kesalahan pencarian data dibanding pencarian data secara manual, tapi tentunya semua ini tergantung dari kualitas sumber
daya manusia yang mengoperasikan komputer karena menggunakan
aplikasi yang menghasilkan data yang akurat dan efisien.
Institut Teknologi Indonesia (ITI) merupakan Instansi pendidikan yang
bertujuan menghasilkan lulusan yang berkompetensi.
Citra dan pamor di mata masyarakat terutama
dikalangan mahasiswa cukuplah mengangkat nama Instansi pendidikan ini sebagai lembaga pendidikan yang berkompetensi. Namun di sisi lain, ditemukan masih kurangnya ilmu dan wawasan dari kalangan mahasiswa
dikarenakan kesulitannya untuk mencari dan mendapat buku yang diperlukan dan memerlukan waktu yang lebih banyak jika mencari buku secara manual maka
dibuatlah suatu aplikasi untuk membantu mahasiswa dalam mencari judul buku
yaitu aplikasi Online Public Acess
Catalog (OPAC).
Informasi yang didapat jika mencari buku secara manual
lebih menyulitkan mahasiswa terutama jika buku tersebut dalam jumlah yang
begitu banyak, waktu yang lama,
Proses pencarian buku yang
masih manual karena harus mencari buku satu persatu dari kumpulan buku hingga
menemukan buku yang diinginkan dalam melakukan proses pencari informasi data buku maka, Informasi
yang didapat oleh mahasiswa terbatas dan dianggap kurang efektif untuk membantu mahasiswa dalam
mencari dan menemukan data dan informasi yang dibutuhkan. Aplikasi ini tidak
menggunakan akses jaringan internet maupun intranet karena aplikasi ini adalah
aplikasi desktop dan jika ingin membuat aplikasi ini jadi online maka digunakan
jaringan nirkabel(LAN), dan di dalam aplikasi ini menggunakan Database yang
diinput secara manual dalam pencarian sebuah data seperti buku dan referensi
yang lainnya, maka dari itu aplikasi ini tidak update, tetapi jika ingin memperbarui isi database maka admin harus
memasukkan data baru ke dalam aplikasi tersebut.
Berdasarkan latar belakang yang telah
dipaparkan inilah penulis mencoba mengembangkan sistem pencarian data yang telah ada dan dari penelitian ini kami
mengangkat judul “Evaluasi Online
Public Acess Catalog (OPAC) di ITI Berbasis Sistem Pencarian Data” yang bertujuan apakah
aplikasi OPAC telah sesuai dengan kebutuhan penggunanya dalam membantu mencari
dan menemukan informasi dan dengan melakukan evaluasi aplikasi OPAC ini dapat menambah
wawasan ilmu pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan kreaktifitas
peneliti.
1.2 Rumusan
Permasalahan
Berdasarkan latar belakang yang telah
dipaparkan, maka rumusan permasalahan
yang ditemukan adalah :
1. Banyaknya
waktu yang dibutuhkan dalam melakukan proses pencari informasi data buku.
2. Proses
pencarian buku yang masih harus
mencari secara bertahap dari kumpulan buku hingga menemukan buku yang
diinginkan.
3. Informasi
yang didapat oleh mahasiswa terbatas
karena sulitnya mencari judul buku dan lokasi yang tepat.
1. 3 Tujuan dan manfaat
1.3.1 Tujuan
Tujuan dari laporan ini adalah
untuk dapat mendiskripsikan aplikasi OPAC apakah telah sesuai dengan kebutuhan
penggunanya dalam membantu mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan dan
aplikasi tersebut karena aplikasi OPAC tersebut belu bisa diakses secara online
dan database OPAC belum dapat diperbarui secara otomatis maka, peneliti
melakukan evaluasi terhadap aplikasi OPAC.
1.3.2 Manfaat Penelitian
Dari penelitian ini di harapkan
dapat memberikan manfaat bagi
peneliti dan pembaca yaitu:
1.3.2.1Manfaat untuk peneliti
1.
Menambah
wawasan ilmu pengetahuan karena dengan pemanfaatan OPAC pengguna dapat
memperoleh informasi lebih lengkap dan lebih banyak sehingga dapat meningkatkan
kemampuan dan kreaktifitas.
2.
Membantu
mempercepat proses pencarian, khususnya bagi pengguna OPAC sehingga dapat dengan mudahnya mencari
informasi yang dibutuhkan.
1.3.2.2 Manfaat
untuk aplikasi OPAC
1. Karena aplikasi opac tidak dapat diakses
secara online maka solusinya diaplikasi opac harus dihubungkan dengan kabel
lan.
2.
Sistem
aplikasi opac yang tidak update maka harus ditambahkan fung
1.4
Lokasi dan Waktu KKP
Penelitian
ini dilakukan pada saat kunjuangnan industri atau kuliah kerja praktek beberapa waktu yang lalu
didaerah sepong,Tangerang. Tepatnya di Jl.Raya Puspitek di ITI. Waktu penelitian
dimulai pada pukul 14.00 sampai dengan
15.30 tepatnya pada hari Senin tanggal 24 Febuari 2014.
1.5
Sistematika Penulisan Laporan
Adapun sistematika yang digunakan dalam penulisan
laporan penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi uraian mengenai latar
belakang masalah,rumusan masalah, tujuan penelitian,manfaat penelitian,tempat
dan waktu penelitian, serta sistematika penulisan laporan KKP.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisi penjelasan dasar dari sistem
pencarian data, penunjangnya, serta berisikan evaluasi dan pembahasan OPAC di ITI.
BAB III TINJAUAN OBJEK
Pada bab ini berisi sejarah singkat , logo ITI,
visi dan misi, struktur dan organisasi dan sekilas kondisi umum.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi membahas hasil pengamatan dan
evaluasi terhadap objek tertentu sesuai dengan topik atau judul yang dipilih.
BAB V PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dari evaluasi yang
dihasilkan dan pembahasan yang dilakukan.Serta juga ada saran-saran yang bisa
digunakan oleh peneliti lain ataupun pihak-pihak yang berminat untuk
mengembangkan penelitian ini ke tingkat
yang lebih lanjut.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Evaluasi Perangkat Lunak
Dalam
kamus besar ilmiah populer, disebutkan bahwa evaluasi memiliki arti;
penaksiran, perkiraan keadaan atau penentuan nilai (Partanto dan Al Barry. 1994
: 163). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, Evaluasi Perangkat
Lunak adalah kegiatan dengan sungguh-sungguh mengamati, mengoreksi, menimbang
baik buruknya suatu masalah program yang
dilakukan secara formal dengan dasar-dasar tertentu kemudian memberi
penghargaan sebeberapa besar bobotnya, kualiatas atau kemampuannya ( Salim
1991:411).
Berdasarkan pada defenisi
tersebut, maka dalam penelitian ini evaluasi dapat diperlauas maknanya menjadi
kegiatan sungguh-sungguh mengamati, mengoreksi, mnimbang baik buruknya kualitas
OPAC.
2.2 Tahapan Evaluasi
Evaluasi dilakukan melalui
dua tahap:
1. Tahap pertama evaluasi
program yang dilakukan oleh peneliti sendiri.
2. Tahap ke dua adalah
pendalaman evaluasi yang dilakukan oleh orang-orang yang dipandang berkompeten
dalam penggunaan OPAC. Orang-orang yang berkompeten tersebut dijadikan sebagai
informan dalam peneliti ini. Evaluasi yang dilakukan oleh mereka yang
berkompeten dalam menggunakan OPAC difungsikan sebagai usaha untuk semakin
mempertajam proses evaluasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap ini.
2.3
Perangkat Lunak
Perangkat lunak dapat dilihat dari definisi
George M. Scott yang menyatakan perangkat lunak adalah sekumpulan perintah
dalam komputer yang fungsinya mengarahkan kegiatan pemrosesan dari komputer, di
mana dalam perangkat lunak berisi instruksi-instruksi atau pernyataan perangkat
lunak (program statement) yang secara tepat dinyatakan dan
diorganisasikan sesuai dengan syntax (perintah) dan konstruksi
perangkat lunak. Sedangkan menurut Trevor J. Bentley perangkat lunak adalah
konsep sederhana, yang berisi berbagai instruksi agar diterima komputer sebagai
perintah yang harus dilaksanakan. Komputer bekerja berdasarkan instruksi yang
dikirimkan perangkat lunak yang ada dalam komputer tersebut.Berbeda lagi dengan
definisi yang dikemukan oleh Wahyudi Komorotomo dan Subandono Agus Margono,
menurut mereka perangkat lunak adalah serangkaian instruksi yang dapat dipahami
oleh perangkat keras pengolah data atau komputer sehingga perangkat keras itu
dapat melaksanakan pemrosesan data sesuai dengan yang dikehendaki.
Dari ketiga definisi di atas dapat
ditarik kesimpulan bahwa perangkat lunak adalah sekumpulan instruksi yang
dibuat dari bahasa pemrograman yang diterima komputer sebagai suatu bentuk
perintah yang harus dilaksanakan. Karena itulah komputer dapat bekerja sesuai
dengan apa yang diperintahkan pengguna komputer.
2.4 Teori Kualitas Perangkat Lunak
Evaluasi sebuah perangkat
lunak sangat perlu dilakukan untuk menilai kualitas sebuah perangkat lunak.
Kualitas perangkat lunak adalah gabungan yang kompleks dari berbagai faktor
yang akan bervariasi dan pelanggan yang berbeda kebutuhannya13. Gabungan antara kebutuhan pengguna
perangkat lunak dan faktor-faktor lain akan menghasilkan kualitas sebuah
perangkat lunak.
Menurut McCall dan
kawan-kawan kualitas perangkat lunak diukur dari sebelas aspek. Sebelas aspek
tersebut adalah gabungan antara kebutuhan pengguna dan faktor-faktor lainnya
yang mempengaruhi kualitas sebuah perangkat lunak. Aspek-aspek yang digunakan
untuk mengukur kualitas sebuah perangkat lunak adalah:
1)
Kebenaran yaitu kemampuan perangkat lunak mampu memenuhi spesifikasi dan misi
kebutuhan pengguna
2)
Reliabilitas yaitu kemampuan sebuah perangkat lunak dapat melaksanakan
fungsinya dengan tingkat ketelitian yang diperlukan.
3)
Efisiensi yaitu sumber daya komputasi yang dibutuhkan oleh perangkat lunak
untuk melakukan fungsinya.
4)
Integritas yaitu tingkat kemampuan kontrol akses ke perangkat lunak atau data
oleh orang yang tidak berhak.
5)
Usabilitas yaitu usaha yang dibutuhkan untuk mempelajari, mengoperasikan,
menyiapkan input, dan menginterpretasikan output suatu perangkat lunak.
6)
Maintanabilitas yaitu kemampuan perangkat lunak untuk mencari dan membetulkan
kesalahan pada sebuah perangkat lunak.
7)
Fleksibilitas yaitu kemampuan perangkat lunak untuk memodifikasi perangkat
lunak operasional.
8)
Testabilitas yaitu kemampuan yang diperlukan untuk menguji perangkat lunak dan
untuk memastikan apakah perangkat lunak telah melakukan fungsi-fungsi yang
dimaksudkan.
9) Portabilitas yaitu kemampuan yang dimiliki perangkat lunak
untuk migrasi perangkat lunak dari suatu perangkat keras atau lingkungan sistem
perangkat lunak ke perangkat keras atau lingkungan sistem perangkat lunak yang
lain.
10) Reusabilitas yaitu kemampuan suatu perangkat lunak untuk
dipergunakan ulang pada aplikasi lain.
Interoperabilitas yaitu kemampuan
perangkat lunak untuk dihubungkan dengan perangkat lunak lain. Penelitian ini
merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan evaluasi.
Pendekatan evaluasi digunakan karena satu fungsi dari penelitian kaulitatif
adalah untuk melakukan kegiatan evaluasi.
2.5 OPAC
Katalog on-line atau
OPAC merupakan sistem katalog perpustakaan yang menggunakan
komputer.Pangkalandatanya biasanya dirancang dan dibuat sendiri oleh perpustakaan
dengan menggunakan perangkatlunak komersial atau buatan sendiri. Katalog ini
memberikan informasi bibliografis dan letak koleksinya.Katalog biasanya dirancang
untuk mempermudah pengguna sehingga tidak perlu bertanya dalam menggunakannya (user
friendly) (Saleh dan Mustafa 1992).Sebelum teknologi informasi masuk
dalam dunia perpustakaan, katalog yang dikenal hanya dalam bentuk kartu atau
lembaran kertas.Sekarang katalog tidak saja dibuat dalam bentuk kartu, tetapi
juga dalam bentuk digital. Katalog dalam bentuk
digital biasanya disimpan dalam hard disk komputer atau media
penyimpanan lainnya, seperti disket, CD ROM, dan DVD.
OPAC bekerja berdasarkan konsep jaringan, baik berupa LAN maupun WAN. LAN digunakan
untuk keperluan hubungan kerja dalam satu ruangan atau bangunan, sedangkan WAN
untuk keperluan kerja dalam lingkup yang lebih luas, yaitu antarwilayah
misalnya dengan adanya OPAC yang terkomunikasi melalui internet, jangkauan
pengguna perpustakaan menjadi lebih luas.
Berdasarkan uraian dari pengertian
OPAC di atas dapat diambil kesimpulan bahwa OPAC merupakan suatu sistem temu
balik informasi berbasis komputer yang dapat digunakan oleh pengguna maupun
petugas perpustakaan untuk menelusur koleksi bahan pustaka suatu perpustakaan
atau unit informasi lainnya yang dapat diakses secara online.
2.5.1 Keunggulan menggunakan OPAC
OPAC memiliki keuntungan,
yaitu penelusuran informasi koleksi dapat dilakukan secara cepat dan tepat,
penelusuran dapat dilakukan dimana saja tidak harus datang ke perpustakaan
dengan catatan sudah online ke internet.
Sehingga dengan menggunkan
OPAC dapat menghemat waktu dan tenaga pengguna. Serta pengguna dapat mengetahui
keberadaan koleksi dan status koleksi apakah sedang dipinjam atau tidak serta
pengguna mendapatkan peluang lebih banyak dalam menelusuri bahan pustaka.
Keberadaan OPAC saat ini telah menggeser penggunaan katalog manual
diperpustakaan.
Menurut Fatahi dalam
Hasugian (2004 : 9) menyatakan bahwa OPAC memiliki beberapa kelebihan dibanding
menggunakan katalog kartu yaitu : Sisi penelusuran mencakup interaksi (interaction),
OPAC menyediakan membantu pengguna (user assistance) dalam
penelusuran koleksi, OPAC memberikan kepuasan pengguna (user satisfaction)
karena dirasa penelusuran informasi koleksi menjadi lebih cepat dan mudah,
Kemampuan penelusuran (searching capabilities) OPAC yang cepat.
Informasi dari OPAC akurat, tampilan (out and display) OPAC menarik,
ketersediaan (availabilitu) disetiap ruangan di Perpustakaan serta
kemudahan mengakses (access) OPAC di luar Perpustakaan.
Menurut
Arif (2003). Sistem OPAC yang dirancang dengan baik merupakan kunci
keberhasilan penerapan automasi perpustakaan.
2.5.2 Kekurangan OPAC
Di dalam bumi ini tidak ada satupun yang sempurna karena hanya Allah
S.W.T yang paling sempurna, Begitupun juga dengan OPAC walaupun aplikasi ini
sudah cukup baik tetapi masih terdapat beberapa kekurangan, ada beberapa
kekurangan OPAC sebagai berikut:
- Belum semua bahan pustaka masuk ke data komputer sehingga pengguna mengalami kesulitan dalam melakukan penelusuran.
- Tergantung aliran listrik, bila listrik mati maka kegiaan penelusuran bahan pustaka akan terganggu.
- Kurangnya ketersediaan komputer terminal OPAC untuk menelusuri informasi yang dimiliki perpustakaan.
2.6 Koleksi Perpustakaan
2.6.1
Pengertian Koleksi Perpustakaan
Dalam perkembangan sekarang ini, koleksi atau bahan
perpustakaan mempunyai arti yang sangat luas. Secara umum koleksi perpustakaan
adalah sekumpulan rekaman informasi dalam berbagai bentuk baik tercetak maupun
noncetak yang disimpan secara sistematis di perpustakaan.
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2002:580), koleksi adalah kumpulan yang berhubungan dengan studi penelitian.
Sedangkan dalam Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman (2004:3) dinyatakan
bahwa koleksi adalah sejumlah bahan pustaka tentang suatu perkara tertentu,
atau jenis tertentu, yang dikumpulkan dan dikelola untuk dibaca, dipelajari dan
dirujuki oleh seseorang atau suatu perpustakaan.
Koleksi
merupakan salah satu bagian yang penting pada perpustakaan sekolah untuk
melayani pengguna perpustakaan sekolah. Kata koleksi berasal dari bahasa inggris yaitu collection yang berarti kumpulan. Dalam Kamus
Ilmiah Populer Kontemporer, kata koleksi berarti pengumpulan; kumpulan (Alex,
2005:321). Pengertian koleksi perpustakaan menurut Juliati (2000:4), “Koleksi perpustakaan adalah semua
bahan perpustakaan yang dikumpulkan, dioleh dan disimpan untuk disajikan kepada
masyarakat, guna memenuhi kebutuhan akan informasi”.
2.6.2 Jenis-Jenis Koleksi
Perpustakaan
Hal-hal pokok yang harus ditetapkan berkaitan dengan koleksi adalah:
1.
Menyusun rencana operasional
pengadaan bahan pustaka yang meliputi :
a.
Perumusan kebijakan tentang
koleksi, mencakup pedoman, peraturan, penekanan,
penyediaan anggaran.
b.
Mempelajari peta dan kondisi
masyarakat pemakai.
c.
Presentasi bidang-bidang
pengetahuan bahan pustaka yang akan diadakan.
d.
Seleksi, dengan berpedoman kepada
atau bersumber pada katalog terbitan, brosur dan selebaran, daftar tambahan,
permintaan pemakai, perkembangan penerbitan, perkembangan informasi, dan
lain-lain.
2.
Menghimpun alat seleksi bahan
pustaka.
3.
Survei minat pemaka koleksi.
4.
Survei bahan pustaka.
5.
Membuat dan menyusun.
Menurut
Siregar, (1999:2) jenis-jenis bahan pustaka di perpustakaan dapat dikelompokkan
sebagai berikut:
1.
Karya Cetak
Karya cetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk
cetak, seperti:
a. Buku
Buku adalah bahan pustaka yang merupakan suatu kesatuan utuh dan yang
paling utama terdapat dalam koleksi perpustakaan.
b. Buku Penunjang; buku pengayaan yang telah
mendapat rekomendasi dari pemerintah untuk digunakan di sekolah-sekolah, dan
buku penunjang untuk kalangan mahasiswa tentang bidang tertentu.
c. Buku fiksi serta buku bergambar yang dapat
mempengaruhi rasa ingin tahu dan dapat mengembangkan imajinasi anak didik.
d. Buku popular (umum), merupakan buku yang
berisi ilmu pengetahuan secara umum dan popular.
e. Buku rujukan (referensi) merupakan buku yang
menggambarkan isi yang tidak mendalam dan kadang-kadang hanya memuat informasi
tertentu saja seperti arti kata. Dari pendapat diatas, bahwa koleksi adalah
kumpulan informasi baiktercetak maupun tidak dicetak yang disimpan secara
sistematis di perpustakaan sehingga dapat digunakan oleh pengguna perpustakaan.
2.7 Sistem
Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur
yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan
atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Menurut Sutabri (2005 : 2), Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur
yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan
atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan
bahwa Sistem adalah suatu kumpulan atau
himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, dan
saling berinteraksi.
2.8 Data
Menurut Febrian (2007 : 129), Data merupakan fakta,
atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan,
simbol-simbol, gambar-gambar, kata-kata, angka-angka, huruf-huruf, atau atau
simbol-simbol yang menunjukkan suatu ide, objek, kondisi, atau situasi dan
lain-lain.
Menurut Sutabri (2005 : 24), Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu
kejadian serta merupakan suatu kesatuan yang nyata dan merupakan suatu bentuk
yang masih mentah yang belum dapat becerita banyak sehingga perlu diolah lebih
lanjut melalui suatu model untuk menghasilkan informasi
2.9 Informasi
Menurut (Davis dan Mc Leod. 1995), Informasi adalah data yang telah diolah
menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam
pengambilan keputusan saat ini atau mendatang, data yang telah diproses, atau
data yang memiliki arti (Al-Fatta. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi.
2005:9).
OPAC
No comments:
Post a Comment