TETAP BERSYUKUR


HIDUP SUDAH SUSAH JANGAN DIBUAT TAMBAH SUSAH,. TETAP LAH BERSYUKUR KAWAN..


Tuesday, July 22, 2014

INTERNET


PENGERTIAN INTERNET memiliki arti pemahaman yang cukup luas dimana kata internet itu sendiri merupakan singkatan kata dari interconnection-networking, bila dijabarkan secara sistem global maka internet merupakan jaringan komputer diseluruh penjuru dunia yang saling terhubung satu sama lain dengan menggunakan standar Internet Protocol Suite(TCP/IP) sehingga antara komputer dapat saling mengakses informasi dan bertukar data. Internet mencangkup segala sesuatu secara luas baik itu dalam bidang komputerisasi maupun telekomunikasi.


Fungsi dan Manfaat internet secara sederhana adalah sebagai media komunikasi, akses informasi, berbagi sumber daya atau data, dalam hal ini berarti dengan internet bisa menyiarkan dan mengakses secara langsung baik berita informasi dan bertukar data dengan akses internet online ke seluruh penjuru dunia tanpa ada batasan wilayah geografis dari setiap penggunanya. Internet bisa diibaratkan seperti komputer yang saling berbicara satu sama lain dan juga bisa bertukar data secara langsung setelah komputer terhubung pada jaringan internet menggunakan TCP/IP.

Kegunaan internet dari waktu ke waktu semakin dibutuhkan oleh berbagai element masyarakat maupun badan usaha untuk berbagai kebutuhan yang disesuaikan, baik untuk meningkatkan produktivitas ataupun sarana bertukar data dan juga akses informasi maupun sarana hiburan online yang sangat lengkap. Berbagai media cetak sudah banyak yang beralih ke media online dalam memberikan berita dan informasi. Kegunaan internet juga dirasakan dalam transportasi, seperti kemudahan dalam pembelian dan informasi harga tiket kereta api ataupun tiket pesawat terbang sudah bisa dibeli secara online, dan berlaku juga untuk berbagai hal lainnya semakin memudahkan tentunya dengan kehadiran internet dan kegunaannya akan terus berkembang semakin banyak dalam memenuhi tuntutan para penggunanya.

Beberapa waktu yang lalu ramai tentang adanya Kiamat Internet yang akan terjadi pada 9 Juli 2012 akibat dari virus malware DNS Changer tetapi akhirnya hal tersebut tidak terjadi tapi bila terjadi pasti hal ini menjadi hal yang menggemparkan dunia karena isunya sendiri sudah cukup menjadi berita yang fenomenal. Semoga saja pada kalender 2013 tahun depan tidak ada masalah yang berarti untuk internet global karena pengaruh fungsi dan kegunaan internet yang sakral bagi berbagai instansi dan element masyarakat dunia internasional.

Menjelaskan secara detail definisi internet memang sangat luas dan bisa mencangkup berbagai elemen penting, namun pada jaman sekarang ini untuk mempermudah penjelasan mengenai internet akan diberikan pemahaman awal dari komputer dan jaringan komputer yang berujung dengan lebih mudah untuk memahami internet.
Diawali Komputer yang merupakan sekumpulan alat elektronik yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa saling bekerja sama dengan baik mampu menerima data, mengolah data dan memberikan informasi dalam kontrol program. Lalu Jaringan komputer merupakan sistem terhubung atas komputer dan perangkat jaringan bekerjasama dalam satu tujuan untuk bisa berkomunikasi, akses informasi dan juga berbagi sumber daya. Nah, "internet" merupakan jaringan komputer yang ruang lingkupnya global dunia atau dengan kata lain sistem jaringan komputer diseluruh penjuru dunia yang terhubung untuk tujuan seperti yang telah disebutkan yaitu komunikasi, akses informasi, berbagi sumber daya atau data

Online Public Acess Catalog ( OPAC )



1.1         Latar Belakang
Pada masa sekarang ini kemajuan data sangatlah pesat, perkembangannya kian hari kian meningkat kemajuan data pastinya juga bersentuhan dengan komputer. Komputer merupakan  media yang sangat dibutuhkan bagi setiap manusia di muka bumi ini. Hal ini dikarenakan manfaat yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan dengan komponen atau alat lainnya. Komputer juga dapat memberikan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Komputer juga dapat mengurangi potensi terjadinya kesalahan pencarian data dibanding pencarian data secara manual, tapi tentunya semua ini tergantung dari kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikan komputer karena menggunakan aplikasi yang menghasilkan data yang akurat dan efisien.
Institut Teknologi Indonesia (ITI)  merupakan   Instansi pendidikan   yang
bertujuan menghasilkan lulusan yang berkompetensi. Citra dan pamor di mata masyarakat terutama dikalangan mahasiswa  cukuplah mengangkat nama Instansi pendidikan ini sebagai lembaga pendidikan yang berkompetensi. Namun di sisi lain, ditemukan masih kurangnya ilmu dan wawasan dari kalangan mahasiswa dikarenakan kesulitannya untuk mencari dan mendapat buku yang diperlukan dan memerlukan waktu yang lebih banyak jika mencari buku secara manual maka dibuatlah suatu aplikasi untuk membantu mahasiswa dalam mencari judul buku yaitu aplikasi Online Public Acess Catalog (OPAC).
Informasi yang didapat jika mencari buku secara manual lebih menyulitkan mahasiswa terutama jika buku tersebut dalam jumlah yang begitu banyak, waktu yang lama, Proses pencarian buku yang masih manual karena harus mencari buku satu persatu dari kumpulan buku hingga menemukan buku yang diinginkan dalam melakukan proses pencari informasi data buku maka, Informasi yang didapat oleh mahasiswa terbatas dan dianggap kurang efektif untuk membantu mahasiswa dalam mencari dan menemukan data dan informasi yang dibutuhkan. Aplikasi ini tidak menggunakan akses jaringan internet maupun intranet karena aplikasi ini adalah aplikasi desktop dan jika ingin membuat aplikasi ini jadi online maka digunakan jaringan nirkabel(LAN), dan di dalam aplikasi ini menggunakan Database yang diinput secara manual dalam pencarian sebuah data seperti buku dan referensi yang lainnya, maka dari itu aplikasi ini tidak update, tetapi jika ingin memperbarui isi database maka admin harus memasukkan data baru ke dalam aplikasi tersebut.
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan inilah penulis mencoba mengembangkan sistem pencarian data yang telah ada dan dari penelitian ini kami mengangkat judul Evaluasi Online Public Acess Catalog (OPAC) di ITI Berbasis Sistem Pencarian Data yang bertujuan apakah aplikasi OPAC telah sesuai dengan kebutuhan penggunanya dalam membantu mencari dan menemukan informasi dan dengan melakukan evaluasi aplikasi OPAC ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan kreaktifitas peneliti.
1.2     Rumusan  Permasalahan
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka rumusan permasalahan yang ditemukan adalah :
1.      Banyaknya waktu yang dibutuhkan dalam melakukan proses pencari informasi data buku.
2.      Proses pencarian buku yang masih harus mencari secara bertahap dari kumpulan buku hingga menemukan buku yang diinginkan.
3.      Informasi yang didapat oleh mahasiswa terbatas karena sulitnya mencari judul buku dan lokasi yang tepat.
1. 3     Tujuan dan manfaat
    1.3.1   Tujuan
                Tujuan dari laporan ini adalah untuk dapat mendiskripsikan aplikasi OPAC apakah telah sesuai dengan kebutuhan penggunanya dalam membantu mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan dan aplikasi tersebut karena aplikasi OPAC tersebut belu bisa diakses secara online dan database OPAC belum dapat diperbarui secara otomatis maka, peneliti melakukan evaluasi terhadap aplikasi OPAC.


1.3.2  Manfaat Penelitian
Dari penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti dan pembaca yaitu:
1.3.2.1Manfaat untuk peneliti
1.    Menambah wawasan ilmu pengetahuan karena dengan pemanfaatan OPAC pengguna dapat memperoleh informasi lebih lengkap dan lebih banyak sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan kreaktifitas.
2.    Membantu mempercepat proses pencarian, khususnya bagi pengguna OPAC sehingga dapat dengan mudahnya mencari informasi yang dibutuhkan.
1.3.2.2        Manfaat untuk aplikasi OPAC
1.      Karena aplikasi opac tidak dapat diakses secara online maka solusinya diaplikasi opac harus dihubungkan dengan kabel lan.
2.      Sistem aplikasi opac yang tidak update maka harus ditambahkan fung
1.4     Lokasi dan Waktu KKP
           Penelitian ini dilakukan pada saat kunjuangnan industri atau kuliah kerja                     praktek beberapa waktu yang lalu didaerah sepong,Tangerang. Tepatnya di Jl.Raya Puspitek di ITI. Waktu penelitian dimulai pada pukul 14.00  sampai dengan 15.30 tepatnya pada hari Senin tanggal 24 Febuari 2014.


1.5      Sistematika Penulisan Laporan
      Adapun sistematika yang digunakan dalam penulisan laporan penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB  I   PENDAHULUAN
            Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang masalah,rumusan masalah, tujuan penelitian,manfaat penelitian,tempat dan waktu penelitian, serta sistematika penulisan laporan KKP.
BAB  II    LANDASAN TEORI
           Bab ini berisi penjelasan dasar dari sistem pencarian data, penunjangnya, serta berisikan evaluasi dan pembahasan OPAC di ITI.
BAB III    TINJAUAN OBJEK
Pada bab ini berisi sejarah singkat , logo ITI, visi dan misi, struktur dan organisasi dan sekilas kondisi umum.
BAB IV    HASIL DAN PEMBAHASAN
          Pada bab ini berisi membahas hasil pengamatan dan evaluasi terhadap objek tertentu sesuai dengan topik atau judul yang dipilih.
BAB V      PENUTUP
          Bab ini berisi kesimpulan dari evaluasi yang dihasilkan dan pembahasan yang dilakukan.Serta juga ada saran-saran yang bisa digunakan oleh peneliti lain ataupun pihak-pihak yang berminat untuk mengembangkan penelitian ini ke tingkat   yang lebih lanjut.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1   Evaluasi Perangkat Lunak
    Dalam kamus besar ilmiah populer, disebutkan bahwa evaluasi memiliki arti; penaksiran, perkiraan keadaan atau penentuan nilai (Partanto dan Al Barry. 1994 : 163). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, Evaluasi Perangkat Lunak adalah kegiatan dengan sungguh-sungguh mengamati, mengoreksi, menimbang baik buruknya suatu masalah program  yang dilakukan secara formal dengan dasar-dasar tertentu kemudian memberi penghargaan sebeberapa besar bobotnya, kualiatas atau kemampuannya ( Salim 1991:411).
          Berdasarkan pada defenisi tersebut, maka dalam penelitian ini evaluasi dapat diperlauas maknanya menjadi kegiatan sungguh-sungguh mengamati, mengoreksi, mnimbang baik buruknya kualitas OPAC.
2.2   Tahapan Evaluasi
Evaluasi dilakukan melalui dua tahap:
1.      Tahap pertama evaluasi program yang dilakukan oleh peneliti sendiri.
2.      Tahap ke dua adalah pendalaman evaluasi yang dilakukan oleh orang-orang yang dipandang berkompeten dalam penggunaan OPAC. Orang-orang yang berkompeten tersebut dijadikan sebagai informan dalam peneliti ini. Evaluasi yang dilakukan oleh mereka yang berkompeten dalam menggunakan OPAC difungsikan sebagai usaha untuk semakin mempertajam proses evaluasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap ini.

2.3         Perangkat Lunak
  
    Perangkat lunak dapat dilihat dari definisi George M. Scott yang menyatakan perangkat lunak adalah sekumpulan perintah dalam komputer yang fungsinya mengarahkan kegiatan pemrosesan dari komputer, di mana dalam perangkat lunak berisi instruksi-instruksi atau pernyataan perangkat lunak (program statement) yang secara tepat dinyatakan dan diorganisasikan sesuai dengan syntax (perintah) dan konstruksi perangkat lunak. Sedangkan menurut Trevor J. Bentley perangkat lunak adalah konsep sederhana, yang berisi berbagai instruksi agar diterima komputer sebagai perintah yang harus dilaksanakan. Komputer bekerja berdasarkan instruksi yang dikirimkan perangkat lunak yang ada dalam komputer tersebut.Berbeda lagi dengan definisi yang dikemukan oleh Wahyudi Komorotomo dan Subandono Agus Margono, menurut mereka perangkat lunak adalah serangkaian instruksi yang dapat dipahami oleh perangkat keras pengolah data atau komputer sehingga perangkat keras itu dapat melaksanakan pemrosesan data sesuai dengan yang dikehendaki.
Dari ketiga definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa perangkat lunak adalah sekumpulan instruksi yang dibuat dari bahasa pemrograman yang diterima komputer sebagai suatu bentuk perintah yang harus dilaksanakan. Karena itulah komputer dapat bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan pengguna komputer.

2.4    Teori Kualitas Perangkat Lunak

Evaluasi sebuah perangkat lunak sangat perlu dilakukan untuk menilai kualitas sebuah perangkat lunak. Kualitas perangkat lunak adalah gabungan yang kompleks dari berbagai faktor yang akan bervariasi dan pelanggan yang berbeda kebutuhannya13. Gabungan antara kebutuhan pengguna perangkat lunak dan faktor-faktor lain akan menghasilkan kualitas sebuah perangkat lunak.
Menurut McCall dan kawan-kawan kualitas perangkat lunak diukur dari sebelas aspek. Sebelas aspek tersebut adalah gabungan antara kebutuhan pengguna dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi kualitas sebuah perangkat lunak. Aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kualitas sebuah perangkat lunak adalah:
1) Kebenaran yaitu kemampuan perangkat lunak mampu memenuhi spesifikasi dan misi kebutuhan pengguna
2) Reliabilitas yaitu kemampuan sebuah perangkat lunak dapat melaksanakan fungsinya dengan tingkat ketelitian yang diperlukan.
3) Efisiensi yaitu sumber daya komputasi yang dibutuhkan oleh perangkat lunak untuk melakukan fungsinya.
4) Integritas yaitu tingkat kemampuan kontrol akses ke perangkat lunak atau data oleh orang yang tidak berhak.
5) Usabilitas yaitu usaha yang dibutuhkan untuk mempelajari, mengoperasikan, menyiapkan input, dan menginterpretasikan output suatu perangkat lunak.
6) Maintanabilitas yaitu kemampuan perangkat lunak untuk mencari dan membetulkan kesalahan pada sebuah perangkat lunak.
7) Fleksibilitas yaitu kemampuan perangkat lunak untuk memodifikasi perangkat lunak operasional.
8) Testabilitas yaitu kemampuan yang diperlukan untuk menguji perangkat lunak dan untuk memastikan apakah perangkat lunak telah melakukan fungsi-fungsi yang dimaksudkan.
9) Portabilitas yaitu kemampuan yang dimiliki perangkat lunak untuk migrasi perangkat lunak dari suatu perangkat keras atau lingkungan sistem perangkat lunak ke perangkat keras atau lingkungan sistem perangkat lunak yang lain.
10) Reusabilitas yaitu kemampuan suatu perangkat lunak untuk dipergunakan ulang pada aplikasi lain.
            Interoperabilitas yaitu kemampuan perangkat lunak untuk dihubungkan dengan perangkat lunak lain. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan evaluasi. Pendekatan evaluasi digunakan karena satu fungsi dari penelitian kaulitatif adalah untuk melakukan kegiatan evaluasi.

2.5      OPAC
Katalog on-line atau OPAC merupakan sistem katalog perpustakaan yang menggunakan komputer.Pangkalandatanya biasanya dirancang dan dibuat sendiri oleh perpustakaan dengan menggunakan perangkatlunak komersial atau buatan sendiri. Katalog ini memberikan informasi bibliografis dan letak koleksinya.Katalog biasanya dirancang untuk mempermudah pengguna sehingga tidak perlu bertanya dalam menggunakannya (user friendly) (Saleh dan Mustafa 1992).Sebelum teknologi informasi masuk dalam dunia perpustakaan, katalog yang dikenal hanya dalam bentuk kartu atau lembaran kertas.Sekarang katalog tidak saja dibuat dalam bentuk kartu, tetapi juga dalam bentuk digital. Katalog dalam bentuk digital biasanya disimpan dalam hard disk komputer atau media
penyimpanan lainnya, seperti disket, CD ROM, dan DVD.
OPAC bekerja berdasarkan konsep jaringan, baik berupa LAN maupun WAN. LAN digunakan untuk keperluan hubungan kerja dalam satu ruangan atau bangunan, sedangkan WAN untuk keperluan kerja dalam lingkup yang lebih luas, yaitu antarwilayah misalnya dengan adanya OPAC yang terkomunikasi melalui internet, jangkauan pengguna perpustakaan menjadi lebih luas.
            Berdasarkan uraian dari pengertian OPAC di atas dapat diambil kesimpulan bahwa OPAC merupakan suatu sistem temu balik informasi berbasis komputer yang dapat digunakan oleh pengguna maupun petugas perpustakaan untuk menelusur koleksi bahan pustaka suatu perpustakaan atau unit informasi lainnya yang dapat diakses secara online.
2.5.1    Keunggulan menggunakan OPAC
OPAC memiliki keuntungan, yaitu penelusuran informasi koleksi dapat dilakukan secara cepat dan tepat, penelusuran dapat dilakukan dimana saja tidak harus datang ke perpustakaan dengan catatan sudah online ke internet.
Sehingga dengan menggunkan OPAC dapat menghemat waktu dan tenaga pengguna. Serta pengguna dapat mengetahui keberadaan koleksi dan status koleksi apakah sedang dipinjam atau tidak serta pengguna mendapatkan peluang lebih banyak dalam menelusuri bahan pustaka. Keberadaan OPAC saat ini telah menggeser penggunaan katalog manual diperpustakaan.
Menurut Fatahi dalam Hasugian (2004 : 9) menyatakan bahwa OPAC memiliki beberapa kelebihan dibanding menggunakan katalog kartu yaitu : Sisi penelusuran mencakup interaksi (interaction), OPAC menyediakan membantu pengguna (user assistance) dalam penelusuran koleksi, OPAC memberikan kepuasan pengguna (user satisfaction) karena dirasa penelusuran informasi koleksi menjadi lebih cepat dan mudah, Kemampuan penelusuran (searching capabilities) OPAC yang cepat. Informasi dari OPAC akurat, tampilan (out and display) OPAC menarik, ketersediaan (availabilitu) disetiap ruangan di Perpustakaan serta kemudahan mengakses (access) OPAC di luar Perpustakaan.
Menurut Arif (2003). Sistem OPAC yang dirancang dengan baik merupakan kunci keberhasilan penerapan automasi perpustakaan.

 2.5.2   Kekurangan OPAC
Di dalam bumi ini tidak ada satupun yang sempurna karena hanya Allah S.W.T yang paling sempurna, Begitupun juga dengan OPAC walaupun aplikasi ini sudah cukup baik tetapi masih terdapat beberapa kekurangan, ada beberapa kekurangan OPAC sebagai berikut:
  1. Belum semua bahan pustaka masuk ke data komputer sehingga pengguna mengalami kesulitan dalam melakukan penelusuran.
  2. Tergantung aliran listrik, bila listrik mati maka kegiaan penelusuran bahan pustaka akan terganggu.
  3. Kurangnya ketersediaan komputer terminal OPAC untuk menelusuri informasi yang dimiliki perpustakaan.
2.6 Koleksi Perpustakaan
2.6.1 Pengertian Koleksi Perpustakaan
Dalam perkembangan sekarang ini, koleksi atau bahan perpustakaan mempunyai arti yang sangat luas. Secara umum koleksi perpustakaan adalah sekumpulan rekaman informasi dalam berbagai bentuk baik tercetak maupun noncetak yang disimpan secara sistematis di perpustakaan.
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:580), koleksi adalah kumpulan yang berhubungan dengan studi penelitian. Sedangkan dalam Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman (2004:3) dinyatakan bahwa koleksi adalah sejumlah bahan pustaka tentang suatu perkara tertentu, atau jenis tertentu, yang dikumpulkan dan dikelola untuk dibaca, dipelajari dan dirujuki oleh seseorang atau suatu perpustakaan.
Koleksi merupakan salah satu bagian yang penting pada perpustakaan sekolah untuk melayani pengguna perpustakaan sekolah. Kata koleksi berasal dari bahasa inggris yaitu collection yang berarti kumpulan. Dalam Kamus Ilmiah Populer Kontemporer, kata koleksi berarti pengumpulan; kumpulan (Alex, 2005:321). Pengertian koleksi perpustakaan menurut Juliati (2000:4), “Koleksi perpustakaan adalah semua bahan perpustakaan yang dikumpulkan, dioleh dan disimpan untuk disajikan kepada masyarakat, guna memenuhi kebutuhan akan informasi”.



    2.6.2 Jenis-Jenis Koleksi Perpustakaan
Hal-hal pokok yang harus ditetapkan berkaitan dengan koleksi adalah:
1.      Menyusun rencana operasional pengadaan bahan pustaka yang meliputi :
a.     Perumusan kebijakan tentang koleksi, mencakup pedoman, peraturan,  penekanan, penyediaan anggaran.
b.    Mempelajari peta dan kondisi masyarakat pemakai.
c.     Presentasi bidang-bidang pengetahuan bahan pustaka yang akan diadakan.
d.    Seleksi, dengan berpedoman kepada atau bersumber pada katalog terbitan, brosur dan selebaran, daftar tambahan, permintaan pemakai, perkembangan penerbitan, perkembangan informasi, dan lain-lain.
2.      Menghimpun alat seleksi bahan pustaka.
3.      Survei minat pemaka koleksi.
4.      Survei bahan pustaka.
5.      Membuat dan menyusun.
Menurut Siregar, (1999:2) jenis-jenis bahan pustaka di perpustakaan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.      Karya Cetak
Karya cetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk cetak, seperti:
a.   Buku
Buku adalah bahan pustaka yang merupakan suatu kesatuan utuh dan yang paling utama terdapat dalam koleksi perpustakaan.
b. Buku Penunjang; buku pengayaan yang telah mendapat rekomendasi dari pemerintah untuk digunakan di sekolah-sekolah, dan buku penunjang untuk kalangan mahasiswa tentang bidang tertentu.
c. Buku fiksi serta buku bergambar yang dapat mempengaruhi rasa ingin tahu dan dapat mengembangkan imajinasi anak didik.
d. Buku popular (umum), merupakan buku yang berisi ilmu pengetahuan secara umum dan popular.
e. Buku rujukan (referensi) merupakan buku yang menggambarkan isi yang tidak mendalam dan kadang-kadang hanya memuat informasi tertentu saja seperti arti kata. Dari pendapat diatas, bahwa koleksi adalah kumpulan informasi baiktercetak maupun tidak dicetak yang disimpan secara sistematis di perpustakaan sehingga dapat digunakan oleh pengguna perpustakaan.
2.7              Sistem
            Sistem  adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
          Menurut Sutabri (2005 : 2), Sistem  adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.           Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Sistem adalah suatu kumpulan atau  himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, dan saling berinteraksi.
2.8     Data
Menurut Febrian (2007 : 129), Data merupakan fakta, atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, kata-kata, angka-angka, huruf-huruf, atau atau simbol-simbol yang menunjukkan suatu ide, objek, kondisi, atau situasi dan lain-lain.
           Menurut Sutabri (2005 : 24), Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian serta merupakan suatu kesatuan yang nyata dan merupakan suatu bentuk yang masih mentah yang belum dapat becerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut melalui suatu model untuk menghasilkan informasi

2.9   Informasi
            Menurut (Davis dan Mc Leod. 1995), Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang, data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti (Al-Fatta. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. 2005:9).
OPAC

ASMA DAN PENGOBATANNYA



PENDAHULUAN


Latar Belakang

 asma berasal dari kata yunani yang artinya terengah – engah dan berarti serangan napas pendek. Meskipun dahulu istilah ini digunakan untuk menyatakan gambaran klinis napas pendek tanpa memandang sebabnya, sekarang istilah ini hanya ditunjukan untuk keadaan - keadaan yang menunjukan respon abnormal saluran napas terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan napas yang meluas. Perubahan patofisiologi yang menyebabkan obstruksi jalan napas terjadi pada bronkus ukuran sedang dan bronkiolus yang berdiameter 1 mm. penyempitan jalan napas disebabkan oleh bronkospasme,edema mukosa dan hipersekresi mucus yang kental.

Permasalahan
           
            Permasalahan yang ada pada artikel ini adalah :

  1. Apakah Pengertian Asma ?
  2. Bagaimanakah Gejala Asma ?
  3. Bagaimanakah Pencegahan dan Pengobatannya ?

Tujuan

            Mendeskripsikan atau memaparkan tentang pengertian asma, gejala, pencegahan serta pengobatannya.














PEMBAHASAN


A. Pengertian Asma

            Asma adalah keadaan saluran napas yang mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan, penyempitan ini bersifat sementara. Dalam Pendapat Lain Asma dapat diartikan:
  • Asma adalah suatu gangguan yang komplek dari bronkial yang dikarakteristikan oleh periode bronkospasme (kontraksi spasme yang lama pada jalan nafas). (Polaski : 1996).
  • Asma adalah gangguan pada jalan nafas bronkial yang dikateristikan dengan bronkospasme yang reversibel. (Joyce M. Black : 1996).
  • Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronkhi berespon secara hiperaktif terhadap stimulasi tertentu. (Smelzer Suzanne : 2001).

            Dari ketiga pendapat tersebut dapat diketahui bahwa asma adalah suatu penyakit gangguan jalan nafas obstruktif intermiten yang bersifat reversibel, ditandai dengan adanya periode bronkospasme, peningkatan respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan nafas.


B. Penyebab Asma

            Pada penderita asma, penyempitan saluran pernapasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan memengaruhi saluran pernapasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

            Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan (inflamasi) dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernapas.

            Sel-sel tertentu di dalam saluran udara, terutama mastosit diduga bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Mastosit di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: - kontraksi otot polos - peningkatan pembentukan lendir - perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki. Mastosit mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang.

            Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atau berada dalam cuaca dingin. Stres dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien. Sel lainnya yakni eosinofil yang ditemukan di dalam saluran udara penderita asma melepaskan bahan lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkan penyempitan saluran udara. Asma juga dapat disebabkan oleh tingginya rasio plasma bilirubin sebagai akibat dari stres oksidatif yang dipicu oleh oksidan.

C. Gejala Asma

            Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan serangan sesak napas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu. Penderita lainnya hampir selalu mengalami batuk dan mengi (bengek) serta mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olah raga atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangis atau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala dan juga sering batuk berkepanjangan terutama di waktu malam hari atau cuaca dingin.

            Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan napas yang berbunyi (mengi, bengek), batuk dan sesak napas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderita menghembuskan napasnya. Di lain waktu, suatu serangan asma terjadi secara perlahan dengan gejala yang secara bertahap semakin memburuk. Pada kedua keadaan tersebut, yang pertama kali dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak napas, batuk atau rasa sesak di dada. Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari.

            Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher. Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olah raga juga bisa merupakan satu-satunya gejala. Selama serangan asma, sesak napas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasa cemas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.

            Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat. Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimana penderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan. Meskipun telah mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna,

            Kadang beberapa alveoli (kantong udara di paru-paru) bisa pecah dan menyebabkan udara terkumpul di dalam rongga pleura atau menyebabkan udara terkumpul di sekitar organ dada. Hal ini akan memperburuk sesak yang dirasakan oleh penderita.

D. Jenis-Jenis Asma

Asma sering dicirikan sebagai alergi , idiopatik/non alergi, serta gabungan.

1. Asma alergi

Disebabkan oleh allergen / alergenalergen yang dikenal (misal: serbuk sari , binatang, amarah, makanan, jamur). Kebanyak allergen terdapat di udara dan musiman. Pasien dengan asma allergic biasanya mempunyai riwayat keluarga yang allergic dan riwayat medis masa lalu eczema / rhinitis allergic. Pemajanan terhadap allergen mencetuskan serangan asma. Anak-anak dengan asma allergic sering dapat mengatasi kondisi sampai masa remaja.

2. Asma idiopatik / non allergic

Tidak berhubungan dengan allergen spesifik.faktor – factor,seperti common cold, infeksi traktus respiratorius, latihan, emosi, dan polutan lingkungan dapat mencetuskan serangan.beberapa agen farmakologi, seperti aspirin dan agen anti inflamasi nonsteroid lain, pewarna rambut, antagonis beta – adrenergic, dan agen sulfit (pengawet makanan), juga mungkin menjadi factor. Serangan asma idiopatik atau non allergic menjadi lebih berat dan sering sejalan dengan berlalunya waktu dan dapat berkembang menjadi bronchitis kronis dan emfisema.

3. Asma Gabungan

Adalah bentuk asma yang paling umum. Asma ini mempunyai karakteristik dari bentuk allergic maupun bentuk ideopatic atau non allergic.

E. Pengobatan Asma

            Obat-obatan bisa membuat penderita asma menjalani kehidupan normal. Pengobatan segera untuk mengendalikan serangan asma berbeda dengan pengobatan rutin untuk mencegah serangan.

            Agonis reseptor beta-adrenergik merupakan obat terbaik untuk mengurangi serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba dan untuk mencegah serangan yang mungkin dipicu oleh olahraga. Bronkodilator ini merangsang pelebaran saluran udara oleh reseptor beta-adrenergik.

            Bronkodilator yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik (misalnya adrenalin), menyebabkan efek samping berupa denyut jantung yang cepat, gelisah, sakit kepala dan tremor (gemetar) otot. Bronkodilator yang hanya bekerja pada reseptor beta2-adrenergik (yang terutama ditemukan di dalam sel-sel di paru-paru), hanya memiliki sedikit efek samping terhadap organ lainnya. Bronkodilator ini (misalnya albuterol), menyebabkan lebih sedikit efek samping dibandingkan dengan bronkodilator yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik.

            Sebagian besar bronkodilator bekerja dalam beberapa menit, tetapi efeknya hanya berlangsung selama 4-6 jam. Bronkodilator yang lebih baru memiliki efek yang lebih panjang, tetapi karena mula kerjanya lebih lambat, maka obat ini lebih banyak digunakan untuk mencegah serangan.

            Bronkodilator tersedia dalam bentuk tablet, suntikan atau inhaler (obat yang dihirup) dan sangat efektif. Penghirupan bronkodilator akan mengendapkan obat langsung di dalam saluran udara, sehingga mula kerjanya cepat, tetapi tidak dapat menjangkau saluran udara yang mengalami penyumbatan berat. Bronkodilator per-oral (ditelan) dan suntikan dapat menjangkau daerah tersebut, tetapi memiliki efek samping dan mula kerjanya cenderung lebih lambat.

            Jenis bronkodilator lainnya adalah theophylline. Theophylline biasanya diberikan per-oral (ditelan); tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari tablet dan sirup short-acting sampai kapsul dan tablet long-acting. Pada serangan asma yang berat, bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).

            Jumlah theophylline di dalam darah bisa diukur di laboratorium dan harus dipantau secara ketat, karena jumlah yang terlalu sedikit tidak akan memberikan efek, sedangkan jumlah yang terlalu banyak bisa menyebabkan irama jantung abnormal atau kejang. Pada saat pertama kali mengonsumsi theophylline, penderita bisa merasakan sedikit mual atau gelisah. Kedua efek samping tersebut, biasanya hilang saat tubuh dapat menyesuaikan diri dengan obat. Pada dosis yang lebih besar, penderita bisa merasakan denyut jantung yang cepat atau palpitasi (jantung berdebar). Juga bisa terjadi insomnia (sulit tidur), agitasi (kecemasan, ketakuatan), muntah, dan kejang.

            Corticosteroid menghalangi respon peradangan dan sangat efektif dalam mengurangi gejala asma. Jika digunakan dalam jangka panjang, secara bertahap corticosteroid akan menyebabkan berkurangnya kecenderungan terjadinya serangan asma dengan mengurangi kepekaan saluran udara terhadap sejumlah rangsangan.

Tetapi penggunaan tablet atau suntikan corticosteroid jangka panjang bisa menyebabkan:

1. gangguan proses penyembuhan luka
2. terhambatnya pertumbuhan anak-anak
3. hilangnya kalsium dari tulang
4. perdarahan lambung
5. katarak prematur
6. peningkatan kadar gula darah
7. penambahan berat badan
8. kelaparan
9. kelainan mental.

            Tablet atau suntikan corticosteroid bisa digunakan selama 1-2 minggu untuk mengurangi serangan asma yang berat. Untuk penggunaan jangka panjang biasanya diberikan inhaler corticosteroid karena dengan inhaler, obat yang sampai di paru-paru 50 kali lebih banyak dibandingkan obat yang sampai ke bagian tubuh lainnya. Corticosteroid per-oral (ditelan) diberikan untuk jangka panjang hanya jika pengobatan lainnya tidak dapat mengendalikan gejala asma.

            Cromolin dan nedocromil diduga menghalangi pelepasan bahan peradangan dari sel mast dan menyebabkan berkurangnya kemungkinan pengkerutan saluran udara. Obat ini digunakan untuk mencegah terjadinya serangan, bukan untuk mengobati serangan. Obat ini terutama efektif untuk anak-anak dan untuk asma karena olah raga. Obat ini sangat aman, tetapi relatif mahal dan harus diminum secara teratur meskipun penderita bebas gejala.

            Obat antikolinergik (contohnya atropin dan ipratropium bromida) bekerja dengan menghalangi kontraksi otot polos dan pembentukan lendir yang berlebihan di dalam bronkus oleh asetilkolin. Lebih jauh lagi, obat ini akan menyebabkan pelebaran saluran udara pada penderita yang sebelumnya telah mengonsumsi agonis reseptor beta2-adrenergik. Pengubah leukotrien (contohnya montelucas, zafirlucas dan zileuton) merupakan obat terbaru untuk membantu mengendalikan asma. Obat ini mencegah aksi atau pembentukan leukotrien (bahan kimia yang dibuat oleh tubuh yang menyebabkan terjadinya gejala-gejala asma).

  • Pengobatan untuk serangan asma
            Suatu serangan asma harus mendapatkan pengobatan sesegera mungkin untuk membuka saluran pernapasan. Obat yang digunakan untuk mencegah juga digunakan untuk mengobati asma, tetapi dalam dosis yang lebih tinggi atau dalam bentuk yang berbeda.

            Agonis reseptor beta-adrenergik digunakan dalam bentuk inhaler (obat hirup) atau sebagai nebulizer (untuk sesak napas yang sangat berat). Nebulizer mengarahkan udara atau oksigen dibawah tekanan melalui suatu larutan obat, sehingga menghasilkan kabut untuk dihirup oleh penderita. Pengobatan asma juga bisa dilakukan dengan memberikan suntikan epinephrine atau terbutaline di bawah kulit dan aminophyllins theophylline) melalui infus intravena.
           
            Penderita yang mengalami serangan hebat dan tidak menunjukkan perbaikan terhadap pengobatan lainnya, bisa mendapatkan suntikan corticosteroid, biasanya secara intravena (melalui pembuluh darah). Pada serangan asma yang berat biasanya kadar oksigen darahnya rendah, sehingga diberikan tambahan oksigen. Jika terjadi dehidrasi, mungkin perlu diberikan cairan intravena. Jika diduga terjadi infeksi, diberikan antibiotik.

Selama suatu serangan asma yang berat, dilakukan:

1. pemeriksaan kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah
2. pemeriksaan fungsi paru-paru (biasanya dengan spirometer atau peak flow meter)
3. pemeriksaan rontgen dada.
  • Pengobatan jangka panjang
            Salah satu pengobatan asma yang paling efektif adalah inhaler yang mengandung agonis reseptor beta-adrenergik. Penggunaan inhaler yang berlebihan bisa menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung.

            Jika pemakaian inhaler bronkodilator sebanyak 2-4 kali/hari selama 1 bulan tidak mampu mengurangi gejala, bisa ditambahkan inhaler corticosteroid, cromolin atau pengubah leukotrien. Jika gejalanya menetap, terutama pada malam hari, juga bisa ditambahkan theophylline per-oral.

F. Pencegahan Asma

            Serangan asma dapat dicegah jika faktor pemicunya diketahui dan bisa dihindari. Serangan yang dipicu oleh olah raga bisa dihindari dengan meminum obat sebelum melakukan olah raga. Selain itu Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Penyebab yang mungkin dapat saja bantal, kasur, pakaian jenis tertentu, hewan peliharaan kuda, detergen, sabun , makanan tertentu,jamur dan serbuk sari. jika serangan berkaitan dengan musim maka serbuksari dapat menjadi dugaan kuat. Upaya harus dibuat untuk menghindari agen penyebab kapan saja memungkinkan. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.


PENUTUP

Kesimpulan

            Penyakit Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas. Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :
  • Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma
  • Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
  • Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
  • Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit.
  • Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.
Saran
           
            Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri
ASMA DAN PENGOBATANNYA